Empat Lawang -aph88.com,||Mobil perusahaan milik pak Maikel terguling di wilayah Desa Martapura Kecamatan Sikap Dalam,pengankutan alat kontrusi yang baru selesai beberapa bulan yang lalu,setelah beberapa beredar berita tentang perkejaan yang gagal belum begitu lama di kerjakan sudah hancur disebabkan bencana banjir.
Setelah awak media tanya pada sopir kemana bawah alat katanya mau bawah kejakarta,
dengan nopol E 9317 HC yang mengaku berangkat dari proyek Galian C di Desa Talang Padang Kecamatan Pasemah Air Keruh (PAIKER) kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan pada Kamis 6 Juni 2024 pukul 16.30 Wib.
Informasi sementara diduga karena pagi tadi perusahaan galian C ini di beritakan salah satu wartawan dari media yang ada di Kabupaten Empat Lawang bisa jadi melarikan diri.
Sopir mobil yang terbalik sempat ditanya awak media pak yefrisusanto dan pak peri Indraleki dari wartawan Bareskrim dan media publikasi pendidikan,kata sopir mereka disuruh Pak MAIKEL pemilik Galian C dan Proyek Irigasi di PAIKER untuk pulang dari PAIKER,”dengan alasan sudah selesai sedangkan proyek itu boleh dibilang gagal total.
Sebelumnya diberitakan di bawah jembatan PAIKER yang berada di ujung Desa Talang Padang beroperasi Galian C diduga ilegal. Sekaliann tidak dilengkapi papan informasi tentang PT yang melakukan penambangan, lokasi pengerukan juga berada persis di bawah jembatan.
Saat awak media melakukan peliputan pada Selasa 4 Juni 2024, di lokasi Galian C ada dua (2) buah Eksavator dan dua (2) mesin pemecah batu mini serta ribuan kubik hasil penambangan bebatuan.
Material Galian C tersebut diduga untuk mencukupi material pekerjaan konstruksi yang akan mereka kerjakan tahun 2024 ini.” Sudah 2 bulan galian ini beroperasi, eksavator masuk lewat jalan Tunggul itam, yang punya AB, ini material mengambil di sungai dibelakang stone cluser,” terang GN warga Paiker, Selasa 4 Juni 2024.
Lokasi pengerukan bebatuan dilakukan berada persis dibawah jembatan sehingga dikhawatirkan akan merusak pondasi jembatan.” Itu cuma sekitar 10 meter dari tiang jembatan, takutnya jembatan ambruk,” ungkap DN.
Red









