Permasalahan: Pekerjaan Belum Rampung, Tumpang Tindih Anggaran, serta Dugaan Tindakan Tidak Pantas dari Pengawas
EMPAT LAWANG // SUM-SEL, aph88.com – Aktivis CENCI mengumumkan akan segera melaporkan kasus repitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, baik secara tertulis maupun daring kepada Kejaksaan Tinggi (Kajari) Sumatera Selatan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan ini diajukan setelah ditemukan berbagai permasalahan pada pekerjaan di lapangan. (Minggu 04 Januari 2025)
Ditemukan bahwa beberapa bangunan yang menjadi objek repitalisasi belum selesai hingga 100 persen sedangkan ini sudah tahun 2026. Selain itu, terdapat tumpang tindih penggunaan anggaran dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024. Dari hasil pemeriksaan lapangan juga teridentifikasi masalah teknis, antara lain sebagian struktur kerangka baja memiliki keluhan, sementara kusen jendela dan pintu tidak diganti secara keseluruhan melainkan hanya dilakukan pemolesan dan pengecatan semata.

“Kita bisa lihat dengan kasat mata bahwa pekerjaan tidak 100 persen dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kinerja pengawas yang seharusnya mengawasi proses ini,” ujar “CENCI.
Aktivis tersebut juga menyampaikan telah mengumpulkan data lapangan dan bukti pendukung terkait kasus ini. Selain itu, ada dugaan adanya tindakan tidak pantas dari pihak pengawas, seperti adanya unsur ancaman kepada kepala sekolah serta informasi bahwa pengawas berniat mengambil pengadaan mobilernya.
“Jika informasi tersebut terbukti benar, hal ini sangat disayangkan. Oleh karena itu, kita akan laporkan langsung ke KPK agar dilakukan audit secara detil dan merata, demi kemajuan negara serta untuk mendukung visi misi Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.
Diharapkan dengan laporan ini, oknum yang tidak bertanggung jawab tidak dapat bertindak semena-mena dan proses penyelidikan dapat dilakukan secara transparan.
Berita ini kita terbitkan karena kita masih dalam upaya konfirmasi lanjutan dan apabila ada informasi lanjutan maka akan kita terbitkan kembali
(@Tim Red)









